Perawatan Dalam Persemaian

Untitled-4

  1. Sebelum memasukkan benih pada media semai, siramlah media semai tersebut dengan larutan Tunas Agro Nutrients –  Gro-Mate LS dengan konsentrasi 1-1,5 cc/lt air.
  2. Setelah benih tumbuh menjadi bibit, siram atau semprot bibit tersebut dengan larutan pupuk Tunas Agro Nutrients – Gro-Mate LS dengan konsentrasi 1,5  cc/lt. perlakuan ini diulangi 1-2 kali.
  3. Bila keadaan cuaca cerah plastik penutup harus dibuka agar bibit mendapat sinar matahari secara penuh, dengan demikian pertumbuhan bibit akan normal.
  4. Bila keadaan cuaca kurang baik (misalnya akan hujan), maka plastik penutup bedengan persemaian harus ditutupkan
  5. Bila pada persemaian bibit terserang hama penyakit, maka bibit tersebut harus cepat-cepat disemprot dengan pestisida dengan konsentrasi atau dosis  yang paling rendah yang tertera dalam ajuran aplikasinya.

PERSEMAIAN PARE

Sebelum menyemaikan benih pare, maka benih tersebut sebaiknya  dipecah dulu kulitnya pada salah satu sisinya agar perkecambahan dapat berlangsung lebih baik. Kemudian benih yang sudah dipecah direndam selama 12-24 jam. Setelah itu benih diperam pada kaleng pemeramaan sampai tumbuh calon akarnya ( ±24-30 jam). Bila benih telah tumbuh calon akarnya, masukkan benih tersebut pada media semai dalam polybag.

Untitled-18

Gambar 11. Benih pare yang sudah dipecah kulitnya (kiri) dan yang masih utuh (kanan).

PERSEMAIAN SEMANGKA NON BIJI

Agak berbeda dengan persemaian semangka berbiji, semangka non biji sebelum dikecambahkan ujung benihnya harus diretakkan terlebih dahulu, sedangkan cara meretakannya seperti terlihat pada gambar. Bila sudah terdengar suara “clik” maka pekerjaan meretakkan benih telah berhasil.

Untitled-17

Gambar 10. Cara meretakkan ujung benih semangka non biji dengan memakai alat pemotong kuku. Perhatikan letak benih semangka yang akan diretakkan (dijepit diantara rangka pemotong kuku)

Setelah ujung benih semangka non biji diretakkan kemudian direndam dalam air selama 15 – 20 menit, selanjutnya proses pemeraman sama dengan semangka berbiji (lihat keterangan cara menyemai semangka berbiji). Pemeraman semangka non biji agak lebih lama dibanding semangka berbiji, yaitu ± 35-50 jam (benih yang sudah berkecambah dimasukkan polybag dulu, yang belum diperam lagi).

PERSEMAIAN SEMANGKA BERBIJI

Siapkan : Kantong plastik / plastik klip

  1.   Tempat merendam benih
  2.  Tunas Agro Nutrients -  Wonderfat.
  3.  Kaleng pemeraman, yang terdiri dari :
    1. kaleng bekas minyak, roti, dll
    2. lampu pijar 15-25 W
    3. kaos / kain / handuk lembab
    4. kertas koran
    5. pasir

Persiapan pertama adalah melubangi kantong plastik kecil – kecil (ditusuk – tusuk memakai  paku/tusuk gigi). Setelah itu benih dimasukkan ke dalam kantong plastik tersebut. Kemudian tutuplah bagian atas dari kantong plastik (misal klip) agar benih tidak keluar lagi. Selanjutnya rendamlah benih beserta kantong plastik tersebut dalam air. Setelah melalui waktu perendaman yang telah ditentukan, ambil kantong plastik berisi benih tersebut kemudian air yang ada di dalam kantong plastik dikeluarkan. Selanjutnya balut benih beserta kantong plastik dengan kain / handuk basah, lalu masukkan dalam kaleng pemeraman. Kaleng pemeraman bagian dasarnya diberi pasir (1/6 bagian kaleng) kemudian bagian atas dari pasir tersebut dilambari dengan kertas koran (± 4 lembar). Kaleng pemeraman juga dilengkapi dengan lampu pijar 15 – 25 watt untuk memanasi benih yang sedang diperam. Jaga kelembaban benih dan kain pembungkus serta suhu dalam kaleng (25°-30° C). sesudah diperam selama 24 jam, biasanya benih sudah keluar calon akarnya (tergantung dari benih yang diperam). Calon akar yang panjangnya 2-3 mm adalah yang paling baik untuk dipindahkan pada polybag. Waktu memasukkan pada polybag harus hati – hati. Jangan sampai calon akarnya patah. Selain itu ujung calon akar diusahakan menghadap ke bawah.

Untitled-14

Gambar8. perendaman benih melon selama 4-6 jam (kiri) dan kemudian benih dibalut handuk atau kain pel lembab basah sebelum diperam

Untitled-16

Gambar 9.  Kaleng pemeraman melon, semangka, timun, pare dll.

Untitled-15

SEMAI LOMBOK, TERONG, TOMAT

Cara I : Persemaian lewat bak pasir

Untitled11

Bak pasir dibuat dengan ukuran diatas, papan alas jangan dipasang terlalu rapat (ada jarak untuk pengatus air) kemudian dilapisi kertas koran atau kertas semen yang sudah dilubangi kecil – kecil, selanjutnya diisi pasir setinggi 5-8 cm. Setelah diisi pasir kemudian disiram air secukupnya. Selanjutnya dibuat alur untuk penaburan benih. Jarak alur minimum 5 cm dengan kedalamanya ± 1 cm. Setelah benih ditabur pada alur kemudian ditutup lagi dengan pasir, selanjutnya disiram lagi dengan air (hati – hati, jangan sampai benih yang sudah ditutup pasir tadi keluar lagi). Jaga kelembabannya, jangan sampai kekeringan ataupun terlalu basah. Untuk mempercepat tumbuhnya benih dan untuk menjaga kelembaban, bak pasir yang sudah ditaburi benih tersebut dapat ditutup dengan kertas koran atau karung. Usahakan kertas atau karung penutup tersebut jangan menempel langsung pada pasir.

Pemindahan dari bak pasir ke Polybag

2-3 hari setelah daun lembaga tumbuh (± 10-12 hari dari penaburan benih), bibit dapat dipindahkan ke polybag. Sebelum dipindahkan, baik polybag maupun pasir harus disiram dahulu selanjutnya bibit diambil dari bak pasir (dicongkel). Setelah itu bibit baru dipindah. Waktu memindahkan harus hati – hati, jangan sampai batangnya kepencet atau titik tumbuhnya patah. Selain itu tanah polybag sekitar bibit agak dipadatkan agar bibit dapat menyatu dengan tanah pada polybag tersebut (jangan sampai terdapat rongga antara akar bibit dengan tanah polybag)

Untitled-12

Gambar 7.  Pemindahan bibit dari bak pasir ke media semai.

Untitled-13

Cara II : Persemaian langsung

Cara ini tanpa melalui bak pasir. Benih langsung dimasukkan ke polybag yang telah diisi media semai dengan kedalaman 0,5-1cm. kemudian dijaga kelembabannya. Untuk sementara di atas polybag boleh ditutup kertas koran atau karung untuk membuat suasana gelap dan lembab sampai benih mulai berkecambah. Setelah mulai berkecambah (± 5-7 hari) tutup harus dibuka agar mendapat sinar matahari secara penuh. Waktu membuka penutup polybag jangan sampai terlambat, sebab kalau terlambat bibit akan mengalami pertumbuhan yang memanjang dan kurus.

Cara III : Persemaian dengan Mengecambahkan dulu

Untuk lombok atau terung, sebelum menyemai benih, benih tersebut dapat direndam dulu dalam larutan Woderfat 5 cc /liter, selama ± 12 jam. Setelah itu benih tersebut dapat langsung dimasukkan dalam media semai. Atau juga dapat dikecambahkan dulu, dan setelah keluar calon akarnya benih tersebut baru dimasukkan dalam media semai.

Cara Menyemai Benih

Media Semai

Cara I

  1. Siapkan : 
    • Pupuk kandang yang sudah jadi, diayak juga
    • Pupuk Phospat halus (digerus/ditumbuk)
    • Isektisida Karbofuran 3%
    • Plastik polybag (kantong plastik) ukuran 8×9 cm yang telah dibuat lubang dengan cara memotong miring  di kedua ujung bagian bawahnya, sebagai jalan keluarnya air ketika dilakukan penyiraman.
  2. Campurkan :
    • Tanah 2 bagian : Pupuk kandang 1 bagian.
    • Tambahkan Pupuk Phospat halus dan Karbofuran 3%. Bila menggunakan ember sebagai takarannya (dengan volume ember ± 10 lt), maka tiap ember tambahkan   Pupuk Phospat  halus sebanyak  ± 50 gr dan Karbofuran 3% ± 25 gr.
  3. Isikan :  Selanjutnya campuran diatas diisikan pada plastik polybag sampai penuh 90 %

Untitled

Gambar1. campuran antara tanah, pupuk kandang, Pupuk Phospat halus dan Karbofuran 3% untuk media semai. Campuran ini kemudian diaduk sampai rata.

Untitled2

Gambar2. Kantong plastik yang diisi media semai dan akan diisi dengan benih yang sudah berkecambah.

Cara II

  1. Siapkan :
    • Media semai yang sudah siap pakai
    • Nampan semai / Tray Semai
  2. Isikan :
    1. Media semai dimasukkan dalam nampan semai (trey)
    2. Setelah diisikan pada nampan semai (trey), lalu nampan semai  diletakkan pada tempat  persemaian yang  sirkulasi udaranya baik, cukup sinar matahari, pengatusan air baik, air mudah didapat dan dijaga dari hama tikus, semut, belalang, jangkrik maupun binatang piaraan (ayam, kambing dll).

 

Untitled-1

Gambar3  Produk media semai siap pakai.

Untitled-2

Untitled-4

Gambar 4. Cara memasukkan media semai ke nampan semai (trey). Efisien waktu dan tenaga.Dan pekerjaan memasukkan benih dapat dilakukan ditempat lain sebelum dibawa ke bedengan persemaian.

Gambar5.  Penempatan nampan semai pada lahan persemaian benih.   

 

Untitled-10

Gambar 6.  Media semai yang ringan sehingga media tidak menjadi pecah ketika bibit pada trey dicabut untuk dipindah tanam (gambar atas). Selain itu persemaian dengan cara ini membuat bibit pada trey  ringan untuk dibawa ke tempat penanaman (gambar bawah kiri).

 

Untitled-9